Apa yang kamu bayangkan jika mendengar nama Tangerang? Kota satelit
penjunjang ibukota yang paling pesat kemajuannya di Banten? Tempat
dimana bandara utama negara ini berada? Atau daerah berjuluk kota 1001
industri?
Kenyataannya julukan yang terakhir tadi membawa efek
domino bagi Tangerang itu sendiri. Kehadiran ratusan pabrik atau
industri tersebut memang mampu menyedot banyak pekerja, tidak hanya bagi
warga Tangerang melainkan juga warga yang berasal dari daerah lain di
sekitarnya. keberadaan industri tersebut
juga turut menyokong pendapatan asli daerah Tangerang, yang turut
berandil pada percepatan pembangunan di daerah ini. Tapi apa jadinya
jika limbah hasil olah produksi pabrik tersebut dibuang begitu saja
tanpa prosedur yang benar?
Foto di atas diambil di wilayah pasar
kemis kabupaten Tangerang. sungai berwarna merah muda itu ialah sungai
Cirarab yang mengalir di sepanjang wilayah pantura Tangerang. sungai itu
sendiri melalui sekitar 102 pabrik yang ada di sana (sinarharapan.co).
Dari warna airnya saja, dengan mudahnya kita bisa menebak bahwa sungai
tersebut tercemar parah dan sangat tidak layak pakai. Entah apa yang
akan terjadi pada warga penghuni bantaran sungai Cirarab, apabila
pencemaran ini terus didiamkan tanpa adanya tindakan yang nyata. Saya
sendiri tidak mengetahui pabrik manakah yang turut berandil pada
pencemaran sungai tersebut. Namun setidaknya lewat tulisan ini, saya
hendak menyadarkan kembali bahwa pekerjaan rumah kita masih banyak.
Pencemaran sungai cirarab ini hanyalah satu diantara sekian permasalahan
lingkungan yang terjadi di sekitar kita. Karena itu sudah selayaknya
kita bersikap lebih arif dalam memperlakukan alam, apabila kita tidak
ingin mendapat akibatnya. JIka kita tidak mampu membenahi masalah yang
ada, setidaknya jangan tambah masalah tersebut dengan masalah baru yang
bisa muncul karena kecerobohan kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar