Jumat, 30 September 2016

Cirarab dan Reaksi Kita

Apa yang kamu bayangkan jika mendengar nama Tangerang? Kota satelit penjunjang ibukota yang paling pesat kemajuannya di Banten? Tempat dimana bandara utama negara ini berada? Atau daerah berjuluk kota 1001 industri?

Kenyataannya julukan yang terakhir tadi membawa efek domino bagi Tangerang itu sendiri. Kehadiran ratusan pabrik atau industri tersebut memang mampu menyedot banyak pekerja, tidak hanya bagi warga Tangerang melainkan juga warga yang berasal dari daerah lain di sekitarnya. keberadaan industri tersebut juga turut menyokong pendapatan asli daerah Tangerang, yang turut berandil pada percepatan pembangunan di daerah ini. Tapi apa jadinya jika limbah hasil olah produksi pabrik tersebut dibuang begitu saja tanpa prosedur yang benar?
 

Foto di atas diambil di wilayah pasar kemis kabupaten Tangerang. sungai berwarna merah muda itu ialah sungai Cirarab yang mengalir di sepanjang wilayah pantura Tangerang. sungai itu sendiri melalui sekitar 102 pabrik yang ada di sana (sinarharapan.co). Dari warna airnya saja, dengan mudahnya kita bisa menebak bahwa sungai tersebut tercemar parah dan sangat tidak layak pakai. Entah apa yang akan terjadi pada warga penghuni bantaran sungai Cirarab, apabila pencemaran ini terus didiamkan tanpa adanya tindakan yang nyata. Saya sendiri tidak mengetahui pabrik manakah yang turut berandil pada pencemaran sungai tersebut. Namun setidaknya lewat tulisan ini, saya hendak menyadarkan kembali bahwa pekerjaan rumah kita masih banyak. Pencemaran sungai cirarab ini hanyalah satu diantara sekian permasalahan lingkungan yang terjadi di sekitar kita. Karena itu sudah selayaknya kita bersikap lebih arif dalam memperlakukan alam, apabila kita tidak ingin mendapat akibatnya. JIka kita tidak mampu membenahi masalah yang ada, setidaknya jangan tambah masalah tersebut dengan masalah baru yang bisa muncul karena kecerobohan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar