Persita sejatinya merupakan tim yang memiliki sejarah panjang pada persepakbolaan tanah air. Tim yang resmi disahkan PSSI tahun 1953 ini telah bermain sejak kompetisi Liga Indonesia baru bergulir pada tahun 1994. Liga Indonesia saat itu merupakan kompetisi kasta tertinggi di Indonesia yang menandai peleburan kompetisi Galatama dan Perserikatan, serta menjadi turnamen terbesar sedunia yang diikuti 34 tim. Prestasi tertinggi Persita di ajang ini ialah menjadi runner up di tahun 2002. Hingga tahun 2007, Persita masih tercatat sebagai tim penghuni papan atas klasemen dan termasuk dalam jajaran tim elit Indonesia. Saya ingat saat Persita menjuarai turnamen pra musim, Jusuf Cup pada tahun 2007. Turnamen ini mampu dimenangkan Persita setelah mengalahkan PSM Makassar 1-0 di partai final. Pesta kembang api mewarnai Stadion Andi Matalatta Makassar. Saat itu untuk pertama kalinya saya bangga menjadi orang Tangerang.
Petaka dimulai saat ISL
edisi pertama bergulir. ISL melarang tim sepakbola menggunakan dana APBD, hal
yang riskan mengingat Persita termasuk tim yang mengandalkan dana tersebut dan
membuatnya mendapat julukan tim plat kuning. Tapi bukan itu biang keroknya.
Stadion Bentenglah yang menurut saya menjadi penyebab Persita menjadi tim
ababil yang rajin bolak-balik dari ISL A ke ISL B. Ya, ISL mengharuskan
perbaikan stadion Benteng apabila ingin digunakan sebagai home base dari
Persita, meliputi rumputnya, pencahayaan, kebersihan dan kerapihan stadion,
hingga sanitasi. Stadion Benteng berbenah, tapi pembenahannya tidak maksimal.
Stadion itu akhirnya dinilai tidak layak oleh PSSI. Dan Persita akhirnya
menjadi tim avonturir yang tidak memiliki Stadion. Jajaran pemain Persita saat
itu sebagian besar dihuni oleh muka baru tapi nihil jam terbang. Saya percaya
mereka pemain berbakat (salah satunya I Made Wirawan yang menjadi starter),
terbukti mereka mampu meladeni Arema di parta pembuka ISL tahun itu. Tapi
sekali lagi, minim jam terbang membuat mereka gagal memenangkan pertandingan
malam itu (Pertandingan pembuka ISL). Persita kalah 3-0 di pertandingan
pertamanya, mengawali rentetan buruknya di ISL edisi pertama. Berikutnya,
Persita berturut-turut kalah di berbagai pertandingan, walaupun yang dihadapi tim
kecil. Nama besar Persita runtuh. Tim ini kemudian didegradasi ke ISL B.
Kalau tidak salah, tiga
tahun di ISL B, persita jadi runner UP lalu balik lagi ke ISL A, dan
didegradasi kembali ke ISL B begitu kompetisi berakhir. Sampai akhinrya
sepakbola Indonesia dibekukan FIFA. Saya yakin lingkaran setan ini akan terus
menerus membelit Persita jika belum memiliki kandang. Persita seolah menjadi
tim yang terlalu tangguh bagi tim-tim level kompetisi kedua, tapi terlalu lemah
bagi tim-tim kuat di kompetisi tertinggi.
Kabar baiknya, kini
Pemkab Tangerang tengah menyelesaikan pembangunan stadion baru berlokasi di
Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Saya pernah ditanya
oleh kawan saya yang orang Bandung sekaligus fans Persib, apa nama stadion baru
Persita? Saya jawab saja Stadion Bojong Nangka, karena memang stadionnya
berdiri di sana. Teman saya lalu tertawa. Tidak adakah nama yang lebih bagus,
katanya. Lihatlah stadion baru Persib, stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namanya
bagus, bukan? Menanggapi pertanyaan itu, terus terang saya bingung mau menjawab
apa. Apakah stadion baru Persita mau dinamakan Stadion Gelora Benteng Betawi,
gitu? Atau mungkin biar agak-agak berbau Banten, kita beri nama Gelora
Tirtayasa saja begitu? Anjay, saya yakin nama Tirtayasa masih asing di Telinga
masyoritas orang Tangerang.
Tapi kawan, pembangunan
stadion ini harus terus kita pantau. Setahu saya stadion ini masih berbentuk
lapangan hijau yang dikelilingi tribun penonton separuh jadi. Target awalnya
stadion ini kelar dibangun tahun ini, tapi nyatanya ngaret jadi tahun depan.
Mudah-mudahan tidak mulur lagi mengingat stadion ini akan menemani Gelora Bung
Karno dalam pagelaran Asian Games 2018. Selain itu, Persita juga kembali
menunjukkan tajinya di kompetisi TSC B. Persita berhasil melaju ke babak 8
besar. Walau akhirnya terhenti ditangan PSCS. Tapi saya yakin, beberapa tahun
lagi persita akan kembali ke ISL A. Karena itulah stadion Bojong Nangka harus
secepatnya selesai dibangun, demi menyokong pergerakan Persita di ajang
tertinggi sepak bola tanah air, dan kembali menjadi tim kebanggaan warga
Tangerang.

